Hubungan Tingkat Pengetahuan Kepala Keluarga terhadap Rokok dan Frekuensi Merokok
DOI:
https://doi.org/10.5281/zenodo.1234567Keywords:
pengetahuan, frekuensi merokok, kepala keluargaAbstract
Latar Belakang: Merokok merupakan kegiatan yang masih banyak dilakukan meskipun sebagian besar kepala keluarga mengetahui bahayanya. Indonesia berada di posisi ke-5 dalam daftar konsumsi tembakau tertinggi di dunia. Keluarga sebagai lingkungan pertama yang menanamkan nilai-nilai dapat memengaruhi perilaku merokok. Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan kepala keluarga terhadap rokok dengan frekuensi merokok di Desa Serut Pedukuhan Wangon, Gedangsari, Gunung Kidul. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah 196 kepala keluarga dengan sampel sebanyak 66 responden. Analisis data menggunakan uji Spearman-rank. Hasil Penelitian: Sebanyak 28,8% responden memiliki tingkat pengetahuan baik, 43,9% cukup, dan 27,3% kurang. Untuk frekuensi merokok, 19,7% kategori ringan, 69,7% sedang, dan 10,6% berat. Nilai koefisien korelasi sebesar 0,417 dengan signifikansi p=0,000 (p<0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan kepala keluarga terhadap rokok dengan frekuensi merokok, dengan kekuatan hubungan sedang dan arah positif.